Langsung ke konten utama

Postingan

Perencanaan SMART Menuju Penerapan Blended Learning

Maju kena, mundur kena. Itulah kiranya gambaran pendidikan Indonesia selama masa pandemi ini. Sejak dikeluarkan Surat Edaran Mendikbud No. 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah d alam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid – 19) , sebanyak 4.504 Universitas yang ada di Indonesia ditutup   ( sumber: kemdikbud.go.id) . Untuk menghindari kluster baru penyebaran virus tersebut, aktivitas belajar-mengajar yang dilakukan oleh segenap civitas akademika terpaksa dialihkan secara daring. Pembelajaran daring semula dilakukan di Indonesia tanpa adanya persiapan matang. Ketidaksiapan tersebut menimbulkan berbagai permasalahan yang menurunkan efektivitas proses pembelajaran. Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik tahun 2019, tingkat penetrasi internet di pedesaan hanya mencapai 51,91% sementara di perkotaan sekitar 78,08%. Realitas tersebut menjadi bukti bahwa belum semua daerah mendapatkan infrastruktur yang layak dalam rangka me...
Postingan terbaru

Petite Histoire

"Jangan termenung, hidupmu masih terus berlanjut." Tangan dingin seorang wanita yang menyentuh bahuku tidak mampu menyadarkan lamunan  panjang itu. Pun angin sepoi yang tertiup ke wajah hampir tidak terasa. Tiada sanggup bila  mengingat sesuatu yang tak selayaknya diingat. Kelam dan memang patut padam,  menggambarkan diriku yang kini hidup dalam jiwa yang tenggelam. Beberapa hari belakangan bapak selalu dikuntit oleh mata-mata kolonial, bahkan beliau sengaja  menyelinap ke pemakaman umum agar penguntit tak berani meneruskan aksinya. Tepat pada  Maret 1927, rumah digedor oleh tiga orang berbadan tegap yang aku tak kenal. Salah satu dari  mereka membawa sebuah bevelbrief (surat perintah). Kata mereka, bapak akan dibawa ke  tempat jauh di timur sana, pembuangan dalam negeri ( interneringskamp ) Digul. Tanpa putusan  pengadilan yang sah bapak ditahan karena dianggap bersimpati pada pemberontakan 1926-1927.  Kewenangan itu diturunkan berdasar atas...

Pesan dari Nadya 17 Tahun untuk Nadya Dewasa

Dear nadd,  Sebenarnya surat ini sedikit klise, karena ditulis oleh dan untuk diri sendiri. Meskipun begitu, aku berharap suatu saat nanti apa yang sudah ditulis dapat menjadi pengingat bagi Nadya dewasa. Hmm barangkali kesan dan pesannya tidak terlalu manis apalagi romantis, sebab aku yakin pada akhirnya akan menjadi esai. Gaya bahasa yang terlalu kekanak-kanakan juga selalu menjadi celah di setiap sela isi surat ini. Oh ya hampir lupa. Aku ingin berterima kasih kepada seorang Nadya yang sudah berani melangkah dan berjuang sampai sejauh ini, bertahan dalam melewati segala rintangan, intinya sudah berusaha menjadi yang lebih baik walau tentu belum menjadi yang terbaik. Jalan masih sangat panjang, memperjuangkan kesepadanan antara dunia dan akhirat tidak mudah untuk dicapai. Banyak doa dan harapan yang bergelimang dalam lantunan sepertiga malam. Pun tak terlepas dari segudang dorongan untuk melaju ke depan. Ayo bangkit lagi dan ingat bahwa ada Allah beserta orang-orang baik di s...

Curhat Boleh, Ya?

Perihal penampilan, Ada yang bilang, "Nad, udah mau 17 tahun gak tinggi-tinggi." "Harusnya ya kamu minum susu dari dulu." "Pasti kurang olahraga nih makanya kurang tinggi." Kalau boleh jujur, aku tertekan sama semua itu. Siapa sih yang gak mau punya tubuh tinggi semampai. Ada yang bilang, "Berisi ya nad hehe, kurangi makannya." Tapi ketika mengurangi makan, "Jangan kurus, kan gak bagus kalau badan kecil kerempeng." "Jangan sok diet lah, masa pertumbuhan kok." Aku bingung harus apa, aku juga mau punya body goals. Bahkan ketika aku gak mau orang lain sepertiku, lantas peduli dengan isu stunting yang sedang marak, ada yang bilang, "Peduli isu stunting, sendirinya hehe." Ada yang bilang, "Coba belajar make up deh, mukamu selalu kelihatan pucat." "Ayo dong belajar dandan, masa iya udah mau kuliah gak bisa dandan." Tapi ketika mencoba dandan, ada juga yang bilang, "Ih lebih bagus ka...

Aksentuasi Pentingnya Mewujudkan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) yang Baik di Tengah Pandemi

Pada akhir tahun 2019 lalu, dunia telah dihebohkan oleh COVID-19 atau yang dikenal dengan wabah virus corona. Nama virus corona berasal dari Bahasa latin “ corona ” dan Yunani “ korone” yang artinya adalah mahkota atau lingkaran cahaya. Penamaan ini memang tak lepas dari wujud khas virus yang memiliki pinggiran permukaan bulat dan besar, penampilan yang mengingatkan pada “corona matahari.” Bentuk ini tercipta oleh peplomer viral spike yang merupakan protein yang mengisi permukaan virus. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa Coronaviruses (SARS-Cov-2) adalah virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Infeksi virus ini disebut COVID-19. Corona berasal dari virus yang menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga flu yang lebih parah, seperti sindrom pernapasan akut (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). Berdasarkan Kementerian Kesehatan Indonesia, perkembangan kasus COVID-19 di Wuhan berawal pada tanggal 30 Desember 2019 dimana Wuhan Municipal Health Committee ...