"Ih, dia kok sok asik" "Cari perhatian deh kayaknya" "Dia kok gitu sih" "Idih, sok kali gitu gayanya" "Gak banget pokoknya" Dan banyak kalimat-kalimat lain yang intinya tetap saja mengkritisi perilaku orang. Tanpa kamu sadari ternyata waktu milikmu terlalu banyak digunakan semata untuk berpikiran buruk, seolah semua yang dilakukan itu kurang tepat, gak cocok, kurang pas, ada saja kurangnya. Prasangka-mu selalu saja soalan bahwa apa yang dilakukannya itu salah dan yang menurutmu paling benar. Sampai-sampai pemikiran ini yang pada akhirnya menimbulkan rasa iri, dengki, dendam, dan lain sebagainya. Saya rasa kita semua akan sepakat kalau sifat-sifat tersebut tidak baik, kan? Kalau bicara soal benar atau salah, kita kembalikan pada persepsi masing-masing. Kamu harus menggarisbawahi bahwa kata persepsi itu dilatarbelakangi oleh konsepsi subjektif. Yang menurutmu pas, belum tentu sama menurut yang lainnya, pun begitu sebaliknya. Ti...