Manusia dan matematika tidak akan pernah selalu satu arah. Sial. sering kali pelik dan ruwet yang ditimbulkan oleh ibu dari angka-angka itu membuat bermacam bualan keluar dari lisan si manusia. Percayalah ini hanya perkara nilai x ataupun y yang tak kunjung usai hingga akhirnya merana seolah membelenggu diri. Ah mengaku saja, kamu pasti pernah juga dikerjain matematika, kan? Hari itu, matematika menampar saya. Tapi tolong, jangan anggap dia kurang ajar sebab sekelebat itu saya jatuh cinta padanya. Kantuk dan jenuh saya hilang, padahal tiga les penuh harus sabar berkutat, coret sana-sini untuk dapat jawaban hitung-hitungan. Sableng memang. Tepat saat itu juga berangsur hilang anggapan saya yang menyatakan bahwa matematika adalah hal mengerikan. Tidak seburuk itu ternyata. Sekarang saya menanamkan, bahwa tidak berhak sekalipun memandang matematika sekedar dari satu sisi, coba pandang sisi yang lain agar tahu bahwa matematika itu guru yang baik. Memang sih, tulisan ini tidak ...