Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Kisah Duarius

Di suatu konferensi forum terbuka, seorang wanita paruh baya akan memberikan pidato sebagai sambutan atas penghargaan yang diberikan padanya berkat dedikasi yang ia kerahkan sejak dua tahun lalu. Disaksikan oleh ribuan pasang mata, ditambah lagi sorot lampu kamera yang tidak ingin tertinggal walau sepatah dua patah kalimatnya. Sedetik kemudian, dikeluarkannya sebuah kertas usang, sepertinya kertas contekan. Ah, memalukan sekali jika dalam forum semacam ini pidato saja tidak disampaikan luar kepala. Tanpa memedulikan pemikiran yang demikian, ia lantas membuka lipatan kertas itu dan membacakannya dengan suara lantang agar dapat didengar oleh seluruh manusia di dalam ruangan itu, sekalipun yang terhimpit di pojokan.  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh  Teruntuk Anda yang sedang membaca, Bagaimana kabar Anda hari ini? Saya harap Anda baik-baik saja dan selalu berada pada lindungan Allah SWT. Melalui surat ini entah akan ada pesan tersirat maupun tersurat bagi Anda ent...

Penanaman 4 Pilar Kebangsaan sebagai Perwujudan kontribusi Generasi Muda

Di zaman ini, wujud kontribusi tidak hanya harus dilakukan dengan kekuatan fisik, melainkan dengan memaksimalkan potensi sumber daya manusianya. Indonesia dikenal sebagai Negara dengan jumlah manusia yang melimpah. Namun jika kita menilik lebih jauh mengenai kualitas manusia belum sepenuhnya dapat dikatakan memenuhi mutu dan kualitas sebagaimana diperlukan untuk mengolah sumber daya alam yang tersedia di negeri ini. Maka dari itu, kontribusi terhadap Negara amat diperlukan. Kontribusi sendiri bermakna sebagai suatu tindakan ikut serta untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas dengan memposisikan perannya, yang akan memberikan dampak terhadap suatu hal. Dari makna tersebut, tidak hanya individu yang melakukan hal besarlah yang dapat disebut sebagai kontributor—penyokong kegiatan kontribusi, sebab semua orang berhak untuk berkontribusi bagi bangsa ini. Dideklarasikannya sumpah pemuda pada 28 Oktober merupakan salah satu tonggak utama dalam sejarah yang menegaskan cita-cita b...

Parlemen, Segera Beralih dari EPR yang Sekadar Dalih

Kehidupan semakin berkembang, dan tentu akan menuai dampak bagi siapa saja yang mengalaminya. Pun Indonesia yang tumbuh menjadi sebuah negara dengan jumlah penduduk yang cukup padat, yakni sekitar 247 juta jiwa. Kian meningkatnya jumlah penduduk, kian menambah beban pula bagi negara. Salah satu beban yang memberi dampak cukup besar adalah masalah kerusakan lingkungan. Persoalan darurat sampah di Indonesia sudah menggurita—khususnya sampah plastik. Dalam Statistik Persampahan Indonesia (2008) disebutkan bahwa total sampah yang dihasilkan sebesar 38,5 juta ton/tahun. Namun, akhir-akhir ini keadaan semakin parah. Menteri lingkungan hidup dan kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menyampaikan bahwa pada tahun 2019 angka produksi sampah meningkat hingga 66-67 juta ton yang didominasi 60% oleh sampah organik dan 15% oleh sampah plastik, serta 25% untuk jenis sampah lainnya. Hal ini bahkan menghadiahi Indonesia predikat negara kedua penghasil sampah plastik terbanyak di dunia berdasarkan penel...